Teori, Apa Itu? Berbuat, Menyerap, dan Berpikir..Berpikir..

“Klo anak gadis makan di depan pintu itu pamali.”

“Benda jatuh ketanah karena rindu akan asalnya”. Pak dosen mengawali perkuliahan dengan kutipan yang sebenarnya bisa disebut teori dan menjelaskannya lagi pada akhirnya, Newton menemukan buah jatuh ketanah karena adanya gaya gravitasi. Kuliah Perspektif Teori Komunikasi minggu kedua ternyata memberi banyak pengetahuan, terutama mengenai filsafat dan juga memberi banyak kutipan-kutipan dari orang-orang bijak zaman dahulu kala, macam Newton, Aristoteles, dan bahkan Thales, filsuf yang lebih tua dari Aristoteles yang jarang didenger namanya. Ternyata Thales pernah berkata bahwa “semua itu berasal dari air” karena Dia melihat lautan ada dimana-mana dan memang semua mahluk hidup  yang ada di bumi ini mengandung air.

“Jangan gunting kuku malam-malam”, jangan berdiri didepan pintu, nanti susah jodoh”, dan pantangan-pantangan untuk ibu hamil sebenarnya ini adalah teori atau asal muasal adanya teori. Common sense theory lebih tepatnya karena merupakan pernyataan atau pedoman yang didapat dari pengalaman kita sendiri atau pengalaman nenek kita. Pamali atau pantangan-pantangan ini sebenarnya ada karena pengalaman yang terjadi yang akhirnya menjadi pedoman bagi kehidupan. Bisa dikatakan, secara umum ada 3 macam teori, common sense theory (teori umum-pengalaman), working theory (teori pekerjaan), dan scholarly theory (teori akademik). Teori itu pedoman, bisa diartikan berupa suatu konsep yang tersistematika atau pernyataan yang konsep-konsepnya terhubung secara sistematis.

Pada awalanya hanya common sense atau ungkapan-ungkapan orang semata bisa menjadi atau dikembangkan menjadi suatu teori yang ilmiah. Misalnya seperti teori mengenai buah yang jatuh ketanah tadi, dimana Newton akhirnya menemukan teori gravitasi. Suatu teori bersumber dari kebiasaan sehari-hari, mitos-mitos, dan perilaku lama yang turun-temurun. Teori itu haruslah memiliki sistematika yang logis. Contohnya, pada ungkapan-ungkapan seperti “rajin beramal maka akan kaya”, “akibat tidur terlambat akan bangun terlambat dan kerja terlambat masuk” dan “rajin berdoa akan selamat dalam perjalanan”. Pernyataan-pernyataan yang sepele yang dimana kita berpikir mengapa hal seperti ini dibahas dan apa kaidahnya. Pelajaran ini ternyata adalah bagian dari filsafat. dimana filsafat bisa dibilang ilmu yang banyak bertanya-tanya akan suatu yang terjadi. Untuk apa kita perlu banyak bertanya?

Jangan lupa akan filsuf-filsuf Yunani zaman dahulu yang penuh pertanyaan-pertanyaan itu. Ilmu pengetahuan yang didalamnya terdapat banyak teori-teori atau pedoman-pedoman sumbernya dari pertanyaan-pertanyaan atau dari filsuf-filsuf atau pemikir-pemikir yang bertanya-tanya dan akhirnya bertapa atau menerawang dan menemukan suatu hal atau pedoman-ilmu pengetahuan. Eureka!Eureka! Archimedes sang empunya matematika menemukan teori saat mandi berendam dan melihat air yang tumpah dari bathtub-nya. Mari kita berpikir..berpikir…




Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s