Strategic Management, Bagaimana Suatu Perusahaan Berstrategi

image

Ilham Kopi Kemasan Baru

Setelah 3 minggu kuliah Strategic Management, akhirnya dapet ilham juga. Kuliah yang serius dan cukup buat ngantuk, tapi penuh dengan cerita inovasi-inovasi perusahaan secara bisnis atau merk-merk dagang dari dosen.  Strategic Management atau Manajemen Strategik mengenai bagaimana caranya perusahaan melakukan strategi-straregi untuk pencapaian tujuannya. Bagaimana menformulasikan perusahaan atau badan untuk mencapai kemajuannya  dan juga bagaimana menghadapi perubahan-perubahan, yang memang pasti terjadi. Manajemen stratejik lahir dari bidang studi ekonomi manajemen. Secara umum, manajemen stratejik dapat dikatakan sebagai suatu proses perencanaan.

Dalam dunia bisnis, menurut Manajemen Stratejik, suatu perusahaan dituntut untuk selalu siap dengan perubahan yang terjadi di lingkungan. Ditambah dengan adanya perusahaan-perusahaan saingan, suatu perusahaan dituntut untuk melakukan inovasi dan bagaimana bisa selalu memuaskan konsumen yang ada. Salah satu, teori yang dipakai adalah dari Michael E. Porter, yang kata dosen adalah empunya manajemen dari Harvard. Michael E. Porter justru bilang bilang bahwa dalam industry competition, terkadang kita tidak perlu melihat pada pesaing-pesaing kita, kita perlu melihat dari keadaan perusahaan kita sendiri. Lebih lanjut, dikatakan kita perlu melihat dari 4 hal yaitu, supplier, pembeli (pelanggan), barang pengganti, dan barang pelengkap. Kemudian, dalam manajemen stratejik diajarkan juga perlu untuk melihat bagaimana keadaan diluar terutama realita yang sekarang sedang terjadi. Perusahaan dituntut untuk selalu mengupdate data agar bisa atau mudah untuk mengendalikan perubahan lingkungan yang selalu terjadi. Jadi ingat kata-kata dosen lain di 4 tahun silam bahwa “yang pasti di dunia ini adalah perubahan”.
Jadi, klo disimpulkan kita sebaiknya melihat kedalam dan juga melihat keluar.

Ketika pulang dan membeli sesuatu di alfamart, tiba-tiba menemukan kopi favorit yang baru di kulkas. Awalnya ga niat beli kopi ini, ingin coba beli kopi botolan yang baru yang iklanya suka di tv baru-baru ini. Tapi, jadi beli kopi kemasan baru ini karena penasaran apakah si merk kopi terkenal ini mengeluarkan kopi produk baru. Setelah dilihat-lihat, sepertinya ini kopi caramel biasa yang sama cuma dengan kemasan yang baru. Nah ini dia, kopi kemasan ini sepertinya melakukan suatu strategi untuk mengatasi keadaan persaingan bisnis antar kopi instan. Di kulkas minimarket-minimarket banyak kopi-kopi kemasan, dari kaleng, kotak, dan botol plastik yang sekarang cukup trend (laku). Alhasil, ga jadi beli kopi botol yang baru tapi, beli kopi favorit dengan kemasan baru. Si kopi kemasan baru ini berhasil dengan branding-nya dan strategi inovasi kemasannya mempengaruhi saya selaku pelanggan untuk beralih, kemudian membeli dan tetap setia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s