REKAP TEORI KOMUNIKASI 2

Rekap Singkat Teori Komunikasi, termasuk Teori Komunikasi Massa

The Spiral of Silence

“ketika seseorang mempunyai pandangan yang berbeda atau bertentangan dari pandangan yang dominan, sementara pandangan orang-orang di sekitarnya sama dengan media, maka ia cenderung bersikap “diam” atau mengikuti pandangan yang dominan.” Teori ini dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumannn yang mengatakan bahwa individu-individu merasa takut untuk terisolir karena perilaku yang menyimpang dimana individu-individu akan diam (silent) atas opini atau pendapatnya.

Agenda-Setting

Teori yang dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw pada tahun1972 dengan merujuk kepada kasus Watergate. Pokok pikirannya berkaitan dengan media massa dimana media massa memiliki kemampuan untuk mentransfer isu-isu tertentu yang menonjol atau kentara mata untuk menjadi agenda berita yang akan menuju pada agenda publik. McCombs dan Shaw mengutip pernyataan ilmuwan politik Bernard Cohen, “The Press may not be successful much of the time in telling people what to think, but it is stunningly successful in telling its readers  what to think about“.

Framing

Pengertian framing yang berarti “bingkai”, dimana media massa menyampaikan suatu informasi tertentu dengan malalui suatu bingkai yang mendasarinya. Istilah framing berasal dari Agenda-Setting dimana McComb dan Shaw menemukannya dengan melihat kepada ungkapan dari Bernard Cohen di atas. Berita atau informasi yang disampaikan melalui suatu bingkai-framing yang berupa atribut-atribut yang melakat pada penyampaian kontennya.

Priming

Teori mengenai dampak gambaran media yang menstimulasi pemikiran-pemikiran audiens.Pengertian priming biasa disebut “Priming Effect”  pada pikiran audiens yang dikaitkan efek yang disebabkan dari Agenda-Setting pada media. Lebih lanjut teori mengenai “Priming Effect dikaitkan dengan media politik yang dibahas oleh Iyegar, Peters, dan Kinder.

Cultivation (kultivasi)

Teori mengenai pengaruh yang dirasakan pikiran audiens saat menonton televisi, yang mengatakan bahwa menonton televisi menyebabkan audiens berpikir sesuai dengan keadaan yang ditampilkan pada televisi. Contohnya, jika kita menonton televisi mengenai berita-berita yang menayangakan berita kriminal atau kekerasan, maka kita akan merasa was-was atau tidak aman dan menganggap bahwa lingkungan luar tampak seperti itu, penuh kejahatan dan kurang aman. Teori kultivasi dikemukakan oleh George Gerbner, yang meneliti mengenai dampak menonton televisi penduduk Amerika Serikat pada tahun 1950an, dimana saaat itu banyak acara-acara yang menayangkan kekerasan di televisi.

Referensi : A First Look at Communication Theory edisi 8 oleh EM Griffin, diterbitkan oleh McGraw Hill.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s