THE WHEEL OF SCIENCES

Rekap Kuliah “METODE PENELITIAN KOMUNIKASI” Sep-Des 2014                                                                                                                                                                                                          image

Kuliah ini membahas mengenai melakukan penelitian pada umunnya, terutama penelitian sosial yang berbasis ilmu komunikasi, dan menjelaskan mengenai membuat tesis pada khususnya. Selama 1 semester banyak membahas mengenai penggunaan SPSS, alat untuk “meramu-memasak-memproses” data statistik untuk penelitian kuantitatif. Penelitian ada 2 macam, penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif berupa penelitian yang bersifat positivistik (pandangan dimana positif-sesuai dengan ilmu pengetahuan alam-hitungan ilmu alam) dimana analisis berdasarkan angka-angka. Penelitian kualitatif lawannya penelitian kuantitatif, yang biasanya memakai wawancara mendalam (in-depth interview) yang menganalisis berdasarkan makna atau intepretasi peneliti dengan pandangan atau perspektif tertentu.

Ada 3 persepktif dalam ilmu sosial, yaitu positivism, construtivism, dan critical. Paradigma atau pandangan positivism memandang dunia atau keadaan sosial ini secara positif, bagaimana sebab akibatnya dimana biasanya pandangan ini dilakukan dalam penelitian ilmu pengetahuan dalam secara hitung-hitungan matematis. Contohnya, “orang yang makan teratur akan memiliki tubuh yang sehat” dan “anak yang sering main game yang mengandung kekerasan akan berpengaruh kepada perilaku kekerasan anak tersebut”. Paradigma construtivism melihat kejadian sosial sebagai suatu fenomena yang dapat dipahami sebagai suatu “social meaningful action” yang dapat dimengerti. Melalui pandangan konstruktivisme, kita berempati terhadap subjek penelitian kita dalam fenomena-fenomena sosial yang terjadi. Contohnya, misalnya “anak yang gemar main game akan mendapatkan nilai ujian yang lebih tinggi, karena secara konstruktivisme dengan main game dia berusaha mendapat nilai atau skor yang lebih tinggi dalam game yang dimainkannya”. Paradigma selanjutnya, yaitu critical atau kritis dimana kita berpandangan secara kritis pada dunia  ini atau pada fenomena-fenomena sosial yang terjadi. Melalu pandangan kritis, kita berpikir bahwa fenomena yang tampak adalah sesuatu yang “semu”, dimana ada suatu kebenaran dibalik sesuatu yang tampak terjadi. Misalnya saja, kita tidak mudah menerima berita sesuatu kasus yang marak atau hangat di media, kita berpikir secara kritis bisa saja ini merupakan suatu konspirasi.

Metode penelitian atau desain penelitian secara umum ada 3, yaitu secara survey, eksperimen, dan berupa case study. Desain penelitian case study atau studi kasus berupa penelitian yang meneliti secara khusus dan rinci serta mendalam pada suatu kasus-kasus tertentu atau fenemona sosial yang terjadi. Penelitian survey dilakukan secara sensus atau informasi yang dikumpulkan berupa data-data yang berasal dari masyarakat dimana survey biasanya dilakukan dengan wawancara atau menyebarkan kuesioner. Eksperimen atau coba-coba, dilakukan dengan mengamati subjek penelitian yang diberikan suatu perlakuan khusus dan bagaimana efeknya. Eksperimen biasa dilakukan dalam penelitian ilmu pengetahuan alam, tapi tidak menutup kemungkinan digunakan dalam ilmu sosial.

Untuk membuat atau merancang suatu penelitian, hal pertama yang kita lihat atau pikirkan, yaitu mengenai “konsep” atau pemikiran apa yang ada pada kejadian sosial. Misalnya, konsep mengenai preferensi (pilihan) pada acara televisi, preferensi pada merk sabun yang dipakai, dan konsep mengenai gaji atau penghasilan individu. Konsep yang dimaksud bukanlah suatu pengertian yang tunggal, tapi pemahaman atas suatu kejadian atau fenomena sosial yang terjadi atau ada di sekitar kita. Kemudian, setelah menemukan atau memikirkan mengenai konsep kita mencari atau memikirkan mengenai variabel-variabelnya dimana variabel berupa pengertian yang lebih sempit dari suatu konsep yang ada. Misalnya, pada penelitian tentang hubungan penghasilan individu usia tertentu antara hubungannya dengan jenis kelamin, disini kita berasumsi bahwa ada hubungan antara gaji yang diterima dengan jenis kelaminnya, dimana pemikiran atau ide ini yang disebut sebagai “konsep”. Variabel dari penelitian ini adalah jenis kelamin, dan penghasilan seseorang. Perancangan konsep dan variabel ini berada pada tahap I dari The Wheel of Sciences yaitu, Interpretasi Data dimana kita melakukan suatu generalisasi secara empirik. Empirical generalizations atau generalisir secara empirik, yaitu pernyataan teoritis semu dan sempit yang menyatakan pola empiris atau menjelaskan keteraturan empiris dengan menggunakan konsep-konsep yang tidak terlalu abstrak. Dalam bahasa awamnya generalisasi empiris berarti suatu pemikiran umum mengenai sesuatu yang teorinya belum diujikan secara ilmiah atau menurut ilmu pengetahuan atau bagaimana kita menggeneralisasikan sesuatu, seperti pernyataan akan pernikahan usia muda yang dapat menyebabkan perceraian dan pernikahan beda jauh usia yang biasanya dikarenakan materi semata. Pada tahap I, berarti kita mencari suatu permasalahan yang ada dengan konsep-konsep yang tampak, kemudian merinci variabel-variabel dari konsep yang ada, dan melakukan suatu interpretasi data yang ada.

Pada tahap II, kita akan melakukan hipotesis, yaitu pernyataan yang sementara atau dugaan yang masih bersifat sementara atas fenomena sosial atau penelitian yang sedang dikaji. Pada tahap II, kita akan mulai mengkaitkan konsep permasalahan yang ada dengan teori-teori yang ada atau telah diujikan dan diajarkan oleh para ilmuwan terdahulu, atau dalam bahasa umum teori-teori yang tercantum dalam buku pengetahuan.Pada tahap III dan tahap IV, penelitian sudah memasuki analisis yang lebih mendalam dimana kita akan menganalisis data-data yang telah diperoleh.

Referensi :

Metodologi Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif edisi 7 oleh W. Lawrence Neuman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s