ACARA TV : RATING, SELERA PASAR, dan GAMBARAN AUDIENS DI INDONESIA

Apa itu audiens? Apa arti dari kata penonton? Nightingale (2004) dalam Contemporary Television Audiences yang dirujuk oleh W. James Potter dalam The Sage Handbook of Media Processes and Effects (Nabi dan Oliver, 2009) mengatakan ada empat pengertian audiens, yaitu :

  1. orang-orang yang berkumpul
  2. orang-orang yang dituju. Berarti suatu grup yang terdiri dari orang-orang yang dikirim pesan,
  3. “yang terjadinya”. Pengalaman akan menerima pesan, apakah sendiri atau dengan orang lain sebagai kejadian interaksi di kehidupan.

McQuail menyatakan bahwa audiens digambarkan oleh tempat bisa nasional dan lokal, oleh orang-orang  dari berbagai jenis kelamin dan usia, berdasarkan media atau saluran bisa berupa media cetak atau televisi) oleh isi (genre), dan juga berdasarkan waktu. Jadi, penonton atu audiens dalam artian ini merupakan orang-orang-khalayak yang sedang menikmati atau dapat dikatakan diterpa oleh suatu gelombang media berupa media massa-dalam jangkauan massa (yang luas).

Berbicara mengenai masyarakat Indonesia, audiens di Indonesia dan kaitannya dengan acara televisi yang ditayangkan secara umumnya tidak terlepas dari konsep “selera pasar” dan “rating”-mengejar rating. Pertanyaan-pertanyaan atau isu-isu seperti “acara yang itu-itu lagi”, “ikut-ikut acara tetangga sebelah”, “sinetron yang teraniaya dan tertukar”, “sinetron serigala, harimau, mahluk hewan lainnya”, “sinetron religi lagi”, hingga sekarang  “kenapa impor dari negara tetangga yang banyak nari-narinya?”, “dangdut sekarang ngetren lagi”, dan juga “artis anu cerai sama si anu”. Bagaimana klo sekarang tidak perlu mengkritisi yang ada, bagaimana kalo kita mencoba untuk memahami fenomena atau gambaran umum secara realita yang terjadi. Apa yang sebenarnya ditonton oleh masyarakat-audiens di Indonesia pada umumnya?

Sebelumnya, kita tarik dulu mengenai media dan audiens yang akan dibicarakan di sini. Indonesia sebagai negara berkembang, kebanyakan masyarakatnya masi menonton atau mengkonsumsi media televisi nasional atau televisi dengan frekuensi umum yang tidak perlu bayar. Kebanyakan orang-orang yang mampu untuk memakai televisi berbayar atau tv kabel dan juga menonton acara atau program-program tertentu di internet, tentu saja hanya segelintir golongan tertentu. Bisa dikatakan golongan orang-orang yang punya kemampuan lebih untuk berusaha mencari tontonan yang lebih menarik bagi dirinya atau interest pribadinya dan punya keinginan untuk mendapatkan saluran media tontonan yang lebih baik. Untuk segolongan yang lain, golongan orang-masyarakat pada umumnya yang sebagain besar memilih untuk menonton televisi biasa-televisi dengan frekuensi umum yang tidak perlu bayar. Suatu rating adalah penanda bahwa acara televisi ditonton oleh masyarakat sehingga pemasang iklan akan melihat dimana mereka akan mempromosikan produknya dan tentu saja televisi umum atau televisi nasional ini membiayai penyiaran mereka dari pemasangan iklan. Berbicara secara kritis, tentu kita bersifat idealis untuk membuat suatu program acara yang lebih baik dan pretentius dengan unsur-unsur pesan yang akan kita sampaikan. Kemudian, bagaimana jika pesan yang kita sampaikan-program yang kita buat tidak ditanggap hangat oleh masyarakat pada umumnya? Tentu saja televisi akan mengikuti atau berpedoman pada tren yang ada untuk bisa membiayai bisnisnya yang sedang berjalan.

Kembali ke masalah “selera pasar”, dari sinilah kita melihat bagaimana hal yang sebenarnya terjadi. Tidak perlu mengkaji lebih lanjut dalam pandangan kritis, tapi lebih baik mengkajinya secara konstruktivis. Pandangan konstruktivisme artinya memahami suatu fenomena yang ada dalam kehidupan sosial, kita mempelajari dan mencari tahu mengapa suatu fenomena sosial terjadi. Jadi, bisa ditarik kesimpulan klo kebanyakan orang-orang atau masyarakat Indonesia sebenarnya menikmati dan menyukai acara-acara yang disajikan tersebut. Pada seminar hari Senin kemarin dari Net TV seperti yang dibahas di blog sebelumnya, dijelaskan kalo audiens di Indonesia untuk televisi umum paling besar berasal dari golongan C. Ada 5 golongan yang diklasifikasikan untuk audiens televisi umum di Indonesia, berdasarkan penghasilan yang diterima setiap bulan, yaitu dari atas ke bawah golongan A, golongan B, golongan C, golongan D, dan golongan E. Jumlah presentasinya sebesar 60% audiens yang menonton televisi umum dari golongan C sebesar 60%. Dari sini jika kita menganalisis bagaimana keadaan atau demografi dan juga selera atau interest orang-orang golongan C kita tentu tahu mengapa acara-acara dangdut marak lagi di Indonesia. Tentu akan menjadi suatu riset yang menarik dan juga suatu kajian yang bisa dibuat mendalam. Kita bisa tahu bagaimana interest orang-orang Indonesia pada umumnya, kebiasaan menonton, preferensi untuk memilih media hiburan dan informasi, dan yang paling penting bagaimana suatu selera pasar dapat terbentuk. Jadi, dapat disimpulkan mengapa acara-acara televisi di negara kita “begini-begini terus” karena memang keadaan masyarakat yang terjadi atau preferensi interest atau ketertarikan masyarakat secara dominan yang ada menyukai atau mengadrunginya. Yaaa waktu itu di jalan di dalam busway, saya pernah mendengar sekumpulan anak-anak remaja yang membicarakan artis-artis impor yang bertubuh tegap dan pandai menari-nari itu sedang datang ke Indonesia dan juga mengenai acara tentang drama kolosalnya, saya juga sering sekali melihat penjaga fotokopian dan warnet yang sedang youtube-an menonton drama kolosal tersebut, dan juga pernah waktu di angkutan umum saya dengar dua orang ibu-ibu yang berbicara tentang sinteron serigala dan menyanyikan opening theme songnya hingga bercerita kalo anaknya menontontonnya tiap hari.

Referensi :

Nabi, L. Robin dan Mary Beth Oliver. The Sage Handbook of Media Processes and Effects. 2009. Sage Publications Inc.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s