TEORI X DAN TEORI Y

Bagaimana mengelola para pekerja atau anggota organisasi? Bagaimana cara untuk mengelola  sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan? Apakah sebagai seorang atasan atau pemimpin kita harus bersikap tegas, otoriter atau lemah lembut? Bagaimanakah sifiat manusia pada dasarnya dalam bekerja atau berorganisasi? Douglas McGregor mengemukakan Teori Motivasi Manusia yang digunakan dalam manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi. McGregor melihat motivasi berdasarkan pandangannya pada kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki. Pada awalnya, McGregor berpendapat bahwa organisasi yang ada dikelola dengan pengontrolan secara ketat kepada para pekerja atau anggotanya. Teori ini dinamakan oleh Teori X yang prinsip utamanya sebuah organisasi dikontrol dan diarahkan dalam pekerjaan secara otoriter atau kaku. Pada dasarnya teori ini menganggap manusia itu bersifat malas dan tidak disiplin sehingga harus dipaksa untuk bekerja secara maksimal. Kemudian, munculah Teori yang berlawanan, yaitu Teori Y dimana McGregor telah berpandangan secara humanis atau melalui pendekatan hubungan manusia atau berdasarkan pada konsep integrasi. Prinsip Teori Y adalah integrasi yang membuat kondisi anggota organisasi dapat mencapai tujuan-tujuan mereka dengan mengarahkan usaha mereka menuju kesuksesan dari perusahaan. Teori Y berasumsi pada motivasi manusia akan suatu aktualisasi diri dimana adanya suatu kebutuhan manusia untuk berkontribusi secara sosial atau mendapatkan suatu pengakuan-penghargaan atas pencapaian hasil pekerjaannya. Dalam hal ini motivasi seseorang untuk memajukan perusahaan atau organisasi tempatnya bekerja. Jika melihat dari Teori X dimana manusia dianggap malas dan perlu didisiplinkan, hal ini sejalan dengan pendekatan atau Teori Organisasi Klasik milik Frederick W. Taylor pada masa Revolusi Industri di Inggris  yang berasumsi bahwa manusia ibarat mesin yang harus bekerja secara optimal untuk memaksimalkan pekerjaan atau aktivitas dalam organisasi. Teori Y sejalan dengan pendekatan organisasi yang Neo Klasik milik Elton Mayo pada tahun 1930an yang melihat manusia melalui pandangan “Human Relation Approach” atau pendekatan hubungan manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s