ISITILAH-ISITLAH ILMIAH DALAM ILMU SOSIAL I

Penelitian Sosial dan Teori

Action Research (Penelitian Berorientasi Tindakan)

Penelitian terapan yang tujuan utamanya untuk memfasilitasi perubahan sosial atau membawa tujuan sosial-politik yang berorientasi pada nilai.

Analisis Isi (Content Analysis)

Penelitian yang isi dari medium komunikasinya secara sistematis dicatat dan dianalisis.

 

Applied Research (Penelitian Terapan)

Penelitian yang dirancang untuk memberikan jawaban praktis atau masalah nyata atau menjelaskan kebutuhan dokter atau praktisi secara langsung atau spesifik.

Arahan Deduktif

Pendekatan dalam mengembangkan atau menegaskan suatu teori yang dimulai dengan konsep abstrak dan hubungan teoretis serta mengarah kepada bukti empiris yang lebih konkret.

Arahan Induktif

Pendekatan untuk mengembangkan atau menegaskan suatu teori yang dimulai dengan bukti empiris konkret atau berkembang menuju konsep yang lebih abstrak dan hubungan teoretis.

Artikel Jurnal Ilmiah

Artikel dalam publikasi khusus yang memiliki anggota komunitas ilmiah sebagai pembaca utama; suatu alat untuk menyebarluaskan gagasan dan temuan baru dalam komunitas ilmiah.

Asosiasi

Terjadinya dua peristiwa, karakteristik, atau faktor sehingga ketika suatu hal yang terjadi atau ada.

Basic Research (Penelitian Dasar)

Penelitian yang dirancang untuk memajukan pengetahuan dasar mengenai cara bekerja dunia dan membentuk/menguji penjelasan teoretis dengan cara berfokus pada pertanyaan “mengapa”.

 

Blind Review (Ulasan Buta)

Proses menilai manfaat suatu laporan penelitian dengan rekan-rekan sesama peneliti tidak mengetahui identitas peneliti, dan peneliti tidak mengetahui identitas penilai di awal.

 

Causal Explanation

Jenis penjelasan teoretis mengenai terjadinya peristiwa dan cara kerjanya berbagai hal yang dinyatakan dalam hubungan sebab dan akibat.

Commisioned Research (Penelitian Tugasan)

Penelitian yang didanai dan dilakukan atas perintah orang lain selain daripada peneliti; orang yang melakukan penelitian sering memiliki keterbatasan kontrol terhadap pertanyaan penelitian, metode penelitian, dan presentasi hasil.

 

Concept Cluster

Sekumpulan konsep yang saling terkait yang berbagi asumsi yang sama, satu konsep mengacu pada konsep lainnya, dan bekerja bersama-sama dalam teori sosial.

 

Cost-Benefit Analysis

Alat penelitian terapan yang dikembangkan oleh ekonom dengan menetapkan nilai moneter pada input dan output suatu proses.

Data

Informasi dan bukti numerik (kuantitatif) dan non-numerik (kualitatif) yang telah dikumpulkan secara cermat, berdasarkan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan.

 

Empirical (Empiris)

Deskripsi mengenai hal-hal yang dapat kita amati dan pengalaman langsung melalui indera manusia atau secara tidak langsung menggunakan teknik yang memperluas indera-indera tersebut. Mengacu pada bukti atau observasi yang didasarkan pada pengalaman indera manusia.

 

Existing Statistics Research (Penelitian Statistik yang telah Ada)

Penelitian dengan seseorang memeriksa ulang dan secara statistik menganalisis data kuantitatif yang telah dikumpulkan oleh pihak yang lain.

 

False Consensus

Kecendrungan memproyeksikan cara berpikir seseorang pada orang lain, orang lain bepikir seperti kita.

 

Formal Theory

Jenis teori yang umum dan diterapkan dalam berbagai topik spesifik.

Generalisasi Berlebihan (Overgeneralization)

Pernyataan yang melampaui hal-hal yang dapat dibenrkan berdasarkan pada data atau pengamatan empiris yang dimiliki seseorang.

Generalisasi Empiris

Pernyataan teoretis semu dan sempit yang menyatakan pola empiris atau menjelaskan keteraturan empiris dengan menggunakan konsep-konsep yang tidak terlalu abstrak.

 

Grounded Theory (Teori Dasar)

Jenis teori sosial induktif yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif yang berkembang menjadi teori abstrak,sering dengan cara membuat perbandingan mengeni observasi empiris.

Halo Effect

Generalisasi berlebihan dari hal-hal yang kita yakini menjadi sangat positif atau bergengsi. Kita memberikan “halo” (lingkaran cahaya), atau reputasi positif pada hal atau orang yang kita hormati.

Hipotesis

Proposisi teoretis versi yang bisa diuji secara empiris yang belum pernah diuji atau diverifikasi. Banyak digunakan dalam pembentukan teori deduktif dan dapat disajikan kembali sebagai suatu prediksi.

Hubungan Negatif

Asosiasi antara dua konsep atau ukuran dimana satu konsep tersebut meningkat, konsep lainnya juga menurun, berhubungan secara terbalik.

Hubungan Positif

Asosiasi antara dua konsep atau ukuran dimana satu konsep tersebut meningkat, konsep lainnya juga meningkat, begitu pula sebaliknya.

 

Ideal Type (Tipe Ideal)

Jenis klasifikasi konsep yang menyajikan model murni dan abstrak untuk suatu peristiwa, proses, atau ide.

Ideologi

Teori semu non-ilmiah, sering berdasarkan nilai atau kepentingan politik dengan berbagai asumsi, konsep, hubungan di antara konsep dan penjelasan sistem tertutup yang menolak perubahan, tidak dapat langsung diputarbalikkan dengan data empiris dan mengemukakan pernyataan normatif.

Innumeracy

Kurang memiliki keaksaraan kuantitatif; tidak memiliki kemampuan menalar dengan angka dan konsep-konsep matematika lainnya.

Instrumental Konowledge (Pengetahuan Instrumen)

Pengetahuan yang terfokus untuk menjawab pertanyaan penelitian dasar ataupun terapan, persoalan, atau kepedulian dengan hasil atau orientasi.

 

Junk Science (Sains Sampah)

Istilah hubungan masyarakat yang digunakan untuk mengkritik riset ilmiah, bahkan apabila riset tersebut dilakukan secara tepat yang menghasilkan temuan yang bertentangan dengan yang dianut oleh kelompok pendukung. Contoh : industri tembakau menggunakan junk science sebagai taktik untuk mengkritik riset mengenai perokok pasif untuk menyangkal dampak buruk merokok terhadap kesehatan dengan mengeluarkan jutaan dolar.

Kaji Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research)

Penelitian tindakan dengan para peserta penelitian secara aktif membantu merancang dan melaksanakan studi penelitiannya. Jenis penelitian ini menekankan pada upaya mendemokratisasikan penciptaan pengetahuan dan terlibat dalam tindakan kolektif, serta mengasumsikan bahwa pengetahuan politik timbul dari partisipasi dalam penelitian.

Klasifikasi Konsep

Konsep yang rumit dan multi-dimensi yang memiliki subtipe yang berada antara konsep tunggal dan penjelasan teoretis lengkap.

Konsep Teoretis

Gagasan yang dipikirkan dalam-dalam, didefinisikan dengan cermat dan menjadi eksplisit daam suatu teori.

 

Macro-Level Theory

Teori sosial yang berfokus pada kehidupan sosial tingkat makro (misal, lembaga sosial, masyarakat, atau dunia), dan prosesnya dalam jangka waktu yang lama.

 

Meso-Level Theory

Teori sosial yang berfokus pada hubungan proses, dan struktur pada kehidupan sosial tingkat menengah (misalnya, organisasia, pergerakan, dan komunitas)

Micro-Level Theory

Teori sosial yang berfokus pada kehidupan tingkat mikro yang terjadi selama jangka waktu yang singkat.

 

Middle-Range Theory

Teori sosial yang terletak di antara kerangka umum dan generalisasi empiris, yang memiliki abstraksi/taraf terbatas dan berada dalam bentuk pernyataan yang dapat diverifikasi secara empiris yang bisa dikaitkan dengan fenomena yang dapat diamati

Needs Assessment

Alat penelitian terapan yang mengumpulkan informasi deskriptif mengenai kebutuhan, persoalan, atau kepedulian, termasuk ukuran (magnitudo), jangkauan, dan derajat keparahannya.

 

Network Theory (Teori Jejaring)

Jenis teori yang menggunakan penjelasan terstruktur yang penekanannya pada lokasi dan hubungan di dalam jaringan atau jejaring yang saling terkait.

Norma-Norma Komunitas Ilmiah

Berbagai aturan, prinsip, dan nilai informal yang mengatur cara ilmuwan melaksanakan penelitian mereka.

Observasi Selektif

Proses penyelidikan dalam cara yang menguatkan pemikiran yang telah ada atau terbentuk sebelumnya, bukan secara netral.

 

Parsimony

Ide bahwa semakin sederhana semakin baik.

Penelitian Deret Waktu

Penelitian longitudinal dengan informasi dapat berupa kasus-kasus atau orang yang berbeda dalam setiap beberapa periode waktu.

Penelitian Deskriptif

Penelitian yang tujuan utamanya untuk “memberikan gambaran” dengan menggunakan kata-kata dan angka serta untuk menyajikan profil, klasifikasi jenis, atau guna menjawab pertanyaan seperti siapa, kapan, dimana, dan bagaimana.

Penelitian Eksperimen

Penelitian dengan penelitian memanipulasi berbagai kondisi untuk beberapa peserta penelitian kemudian membandingkan respons kelompok untuk melihat ada tidaknya perbedaan akibat perlakuan tersebut.

Penelitian Eksplanatori

Penelitian yang tujuan utamanya menjelaskan alasan terjadinya peristiwa dan untuk mebentuk, memperdalam, mengembangkan, dan menguji teori.

Penelitian Eksplorasi

Penelitian yang tujuan utamanya untuk menyelidiki persoalan atau fenomena yang sedikit sekali dipahami dan mengembangkan gagasan awal mengenai hal tersebut dan beranjak kepada penyempurnaan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Penelitian Evaluasi

Penelitian terapan yang mencoba menentukan seberapa baik suatu program atau kebijakan bekerja atau mencapai tujuan dan sasarannya.

Penelitian Historis-Komparatif

Penelitian kualitatif yang penelitinya menyelidiki data mengenai peristiwa dan kondisi dalam sejarah masa lalu dan/atau dalam masyarakat.

Penelitian Lapangan (Field Research)

Penelitian kualitatif yang penelitinya secara langsung mengamati dan mencatat orang-orang dalam penataan alamiah untuk jangka waktu yang lama.

Penelitian Longitudinal (Longitudinal Research)

Penelitian yang menelaah informasi antar berbagai unit atau kasus pada lebih dari satu waktu tertentu.

Penelitian Nonreaktif

Metode penelitian yang orang-orangnya tidak sadar mereka sedang dipelajari.

Penelitian Penampang-Silang (Cross-Sectional Research)

Penelitian yang menelaah informasi dalam berbagai kasus pada satu waktu tertentu.

Penelitian Studi Kasus (Case-Study Research)

Penelitian yang berupaya penyelidikan mendalam dari berbagai macam informasi mengenai beberapa unit atau kasus untuk 1 periode.

Penelitian Survei

Penelitian kuantitatif dengan peneliti secara sistematis mengajukan pertanyaan yang sama kepada orang-orang dan kemudian mencatat jawaban mereka.

Penilaian Dampak Sosial

Penelitian terapan yang mendokumentasikan kemungkinan konsekuensi untuk berbagi bidang kehidupan sosial apabila perubahan baru berskala besar dihadirkan ditengah-tengah komunitas.

Penjelasan Interpretatif

Jenis penjelasan teoretis mengenai alasan terjadinya peristiwa dan cara kerja berbagai hal yang dinyatakan dalam makna yang dibentuk secara sosial dan pandangan subjektif.

Penjelasan Teoretis

Argumentasi logis atau “cerita” yang mengatakan alasan sesuatu hal memiliki bentuk atau terjadi yang mengacu kepada ide dan prinsip yang lebih umum.

 

Premature Closure

Tindakan membuat penilaian atau pengambilan keputusan untuk mengakhiri investigasi sebelum mengumpulkan bukti yang lebih banyak atau mendalam.

 

Proposition (Proposisi atau Dalil)

Pernyataan teoretis mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep.

Pseudoscience (Sains Semu)

Isi ide atau informasi yang dibungkus dalam jargon dan penampilan luar sains yang berusaha memenangkan penerimaa, tetapi tidak tercipta dengan standar sistematis berdasarkan metode ilmiah. Contoh : jargon teknik, mesin yang terlihat mewah, jas laboratorium berwarna putih.

 

Reflexive Knowledge (Pengetahuan Refleksif)

Pengetahuan yang digunakan secara luas untuk memeriksa asumsi, konteks, dan posisi nilai-moral dari penelitian sosial terapan basis atau terapan, termasuk penelitian itu sendiri dan implikasi pembelajarannya.

Scientific Community (Komunitas Ilmiah)

Sekumpulan manusia yang berbagi sistem sikap, keyakinan, dan aturan yang menopang produksi dan kemajuan pengetahuan ilmiah.

 

Scientific Literacy (Keaksaraan Ilmiah)

Kemampuan untuk memahami dan menerapkan pengetahuan, konsep, prinsip, dan teori ilmiah untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran ilmiah serta berinteraksi dalam cara yang mencermin nilai-nilai inti dalam komunitas ilmiah.

Studi Kohort (Cohort Study)

Penelitian longitudinal yang melacak informasi mengenai suatu kategori kasus atau orang yang berbagi pengalaman yang sama pada satu periode tertentu sepanjang periode waktu berikutnya.

Studi Panel (Panel Study)

Penelitian longitudinal dengan informasi berupa kasus-kasus atau orang yang identik dalam setiap beberapa periode waktu.

Substantive Theory

Jenis teori yang terutama dibuat untuk suatu topik tertentu.

Teori

  • Serangkaian dalil umum yang terkait secara logika yang menetapkan hubungan antara dua atau lebih variabel.
  • Seluruh pandangan, atau cara memandang, menerjemahkan, dan memahami berbagai peristiwa di dunia.
  • Komentar filsafat terhadap berbagai pertanyaan atau permasalahan mengenai persoalan inti atau cara kita mengembangkan pengetahuan tentang dunia sosial.

Teori Fungsional

Jenis teori yang menggunakan penjelasan terstruktur,dimana berbagai bagian dalam sistem bergantung pada bagian lain dan berfungsi bersama-sama sebagai satu kesatuan.

Teori Sosial

Suatu sistem dari berbagai gagasan/ide yang saling terkait yang merangkum dan menyusun pengetahuan mengenai dunia sosial dan menjelaskan cara kerjanya.

 

Typology

Klasifikasi teoretis atau teorifikasi yang diciptakan berdasarkan klasifikasi silang atau penggabungan dua atau lebih konsep sederhana.

 

Unit Analisis

Unit, kasus, atau bagian dari kehidupan sosial yang sedang dipelajari.

Metodologi dan Etika Penelitian

Abduksi

Pendekatan untuk pembentukan teori dengan beberapa kerangka alternatif diterapkan pada data dan teori, yang dijelaskan kembali pada setiap alternatif dan dievaluasi.

Abstrak (Abstract)

Rangkuman singkat dari artikel jurnal iliah yang biasanya muncul pada bagian awal; juga menjadi alat rujukan untuk mencari artikel jurnal.

Anonimitas (Anonymity)

Perlindungan etika yang pesertanya tetap tidak dikenal; indetitas mereka dilindungi dari pengungkapan dan tetap tidak diketahui.

Contract Research (Penelitian Kontrak)

Penelitian terapan yang disponsori oleh badan, yayasan, pemerintah, perusahaan dimana peneliti setuju untuk meneliti berdasarkan pertanyaan penelitian dari sponsor dan menyelesaikan penelitian dengan tanggal jatuh tempo dan sejumlah biaya tertentu.

Covering Law Model

Prinsip pada positivisme bahwa teori aras tinggi dan sangat abstrak meliuti dan menungkinkan penarikan kesimpulan terhadap berbagai situasi aras rendah dan lebih konkret.

 

Critical (Kritis-Ilmu Sosial Kritis)

Salah satu dari ketiga pendekatan utama penelitian sosial yang menekankan upaya memerangi distorsi di tingkat permukaan. Mengkritik positivis sebagai ilmu yang picik, antidemokrasi, dan non humanis dalam nalarnya. Mengkritik interpretif-konstruktivisme karena mengabaikan konteks sosial dan menjadi anti-humanis.

Desain Silang (Crossover Design)

Desain eksperimental yang seluruh kelompok menerima pengobatan, tetapi pada waktu yang berbeda sehingga ketidanyamanan atau manfaat yang dialami bersama dan ketimpangan tidak tercipta

Determinism (Determinisme)

Pendekatan terhadap kelembagaan manusia dan kausalitas yang mengasumsikan bahwa tindakan manusia sebagian besar disebabkan oleh kekuatan eksternal dari individu yang diidentifikasi.

Dialektika

Proses perubahan yang menekankan pada pendekatan kritis yang hubungan sosialnya mengandung pertentangan batin yang tidak dapat dipecahkan; seiring dengan waktu mereka akan memicu kemarahan yang dramatis dan restrukturisasi total terhadap hubungan tersebut.

Editing

Tahapan awal dalam proses penulisan-memperbaiki bahasa, memeriksa tata bahasa, mengatur kalimat, memperbaiki, dan memperkuat komunikasi.

Epistemologi

Bidang fisafat yang berkaitan dengan penciptaan pengetahuan; berfokus pada bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui, atau cara-cara apa yang paling valid untuk mencapai kebenaran.

Error and Segregation (Kesalahan Segregasi)

Kesalahan yang dibuat ketika menulis penelitian kualitatif yang penulisnya menciptakan pemisahan yang terlalu besar antara detail empiris dan teori abstrak.

Executive Summary

Sinopsis dari temuan proyek penelitian pada awal laporan; biasanya lebih panjang sedikit daripada abstrak.

Gugatan SLAPP

Gugatan yang digunakan oleh organisasi kaya dan berkuasa untuk mengintimidasi para peneliti dan menghentikan mereka secara terbuka menyatakan gagasan atau mengungkapkan informasi.

Hermeneutika

Suatu metode dimana penelitian berasal dari penelitian religius dan sastra, bahan tekstual dengan penyelidikan mendalam ke dalam teks dan menghubungkan bagian-bagiannya kepada keseluruhan dapat mengungkapkan makna yang lebih dalam.

Hukum Sebab Akibat (Causal Laws)

Aturan sebab-akibat umum yang digunakan dalam penjelasan kausal mengenai teori sosial dan penemuan.

 

Idiographic (Idiografik)

Jenis penjelasan yang digunakan dimana penjelasannya merupakan deskripsi mendalam atau gambaran dengan abstraksi detail khusus tetapi terbatas mengenai suatu situasi atau tatanan sosial.

Institutional Review Board (IRB)

Komite di perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga penelitian AS yang diwajibkan oleh pemerintah federal untuk memastikan bahwa penelitian yang melibatkan manusia dilakukan dalam perilaku yang bertanggung jawab dan etis.

Instrumental Orientation

Orientasi alat dalam pengetahuan sosial dengan pengetahuan dianggap seperti alat atau sarana yang dapat digunakan manusia untuk mengendalikan lingkungan mereka dan meriah beberapa tujuan.

 

Interpretif (Konstruktivisme-Ilmu Sosial Interpretif)

Salah satu dari ketiga pendekatan utama penelitian sosial yang menekankan aksi sosial yang bermakna, makna yang dibentuk secara sosial, dan relativisme nilai.

Intersubjektivitas

Prinsip dalam mengevaluasi bukti empiris yang menyatakan bahwa orang yang berbeda dapat menyetujui mengenai keberadaan dalam dunia empiris dengan menggunakan inderanya.

Kebebasan Akademik

Konsep bahwa peneliti dan/atau guru bebas untuk menelaah seluruh topik dan membahas seluruh gagasan tanpa adanya pembatasan, ancaman, atau campur tangan dari orang-orang atau otoritas di luar komunita guru, cendekiawan, dan ilmuwan.

Kerahasiaan (Confidentiality)

Perlindungan etis bagi mereka yang dipelajari dengan cara menyimpan data penelitian secara rahasia atau merahasiakannya dari publik.

Kesadaran Palsu (False Consciusness)

Ide pada pendekatan kritis bahwa manusia sering memiliki ide yang keliru atau menyesatkan mengenai kondisi empiris dan kepentingan mereka sebenarnya.

Kode Etik

Prinsip dan pedoman yang dikembangkan oleh organisasi profesional untuk memandu praktik penelitian dan menjelaskan batasan antara perilaku etis dan tidak etis.

Kode Nuremberg

Aturan internasional mengenai perilaku etis dan bermoral yang diterapkan setelah pengadilan kejahatan perang dalam Perang Dunia II sebagai tanggaan terhadap percobaan medis Nazi yang tidak berperikemanusiaan, merupakan awa dari kode etik untuk penelitian manusia.

Kritik Eksplanatori

Jenis penjelasan pada pendekatan kritis dimana menjelaskan suatu kondisi atau alasan terjadinya peristiwa dan mengkritiknya (menunjukkan prbedaan, mengungkapkan mitos, atau mengidentifikasi kontradiksi).

Lensa Zoom

Metode penyusunan laporan penelitian lapangan yang penulisnya memulai dengan topik yang luas kemudian fokusnya semakin sempit dan spesifik.

Meaningful Social Action (Aksi Sosial yang Bermakna)

Aksi sosial dalam tatanan sosial yang secara subjektif dianggap penting bagai manusia dan bahwa interpretif-konstruktivisme diperlakukan sebagai aspek yang paling penting dalam realitas sosial.

Mechanical Model of Man

Model sifat manusia yang digunakan dalam positivisme, yang menyatakan bahwa perilaku eksternal orang-orang yang diamati dan untuk memberikan penjelasan mengenai pemikiran dan tindakan manusia.

Meta-Analisis

Jenis tinjauan pustaka khusus dengan penulisnya menyusun hasil dari berbagai penelitian dan menggunakan teknik statistik untuk mengidentifikasi temuan umum di dalamnya.

Model Relevansi

Seperangkat jenis cara ideal bahwa para peneliti sosial memahami tujuan dari pelaksanaan penelitian dan penggunaan hasil penelitian.

Nomotetik

Jenis penjelasan yang digunakan yang sangar bergantung pada hukum sebab akibat serta pernyataan dan keterkaitan yang mirip hukum.

Ontologi

Bidang filsafat yang menelaah sifat keberadaan, atau hakikat yang ada, atau sifat kenyataan mendasar.

Orientasi Konstruksionis

Orientasi terhadap realitas sosial yang mengasumsikan keyakinan dan makna yang diciptakan dan digunakan manusia yang secara mendasar membentuk kenyataan bagi mereka.

Orientasi Praktis

Orientasi pragmatis terhadap pengetahuan sosial dengan orang menerapkan pengetahuan dalam kehidupam mereka sehari-hari; nilai pengetahuan didapat dari kemampuannya untuk berintegrasi dengan pemahaman dan pilihan praktis seorang sehari-hari.

Orientasi Refleksif-Dialektika

Orientasi menuju pengetahuan sosial yang digunakan dalam ilmu sosial kritis dengan sisi subjektif dan objektif berbaur bersama untuk memberikan wawasan dalam kombinasi yang tidak tersedia apabila digunakan dari satu sisi saja.

Otonomi Terbatas

Pendekatan kepada kausalitas pada pendekatan kritis yang mengasumsikan tindakan manusia didasarkan pada pilihan dan penalaran subjektif tetapi hanya dalam batas-batas yang bisa diidentifikasi.

Paradigma

Kerangka penyusunan umum untuk teori dan penelitian yang mencakup asumsi dasar, persoalan inti, model dari penelitian kualitas, dan metode untuk menjawab pertanyaan.

Paraphrasing

Menyatakan ulang gagasan seorang penulis dalam kata-katanya sendiri dan memberikan kredit (rujukan) yang sesuai pada sumber aslinya.

Pelanggaran Ilmiah (Scientific Misconduct)

Tindakan seseorang yang terlibat dalam penipuan, penelitian, plagiarisme, atau perilaku yang tidak etis yang secara signifikan menyimpang dari praktik-praktik yang diterima dalam melaksanakan dan melaporkan penelitian yang telah ditetapkan oleh komunitas ilmiah.

Pengungkapan Kesalahan (Whistle-Blower)

Seseorang yang menyadari praktik yang tidak etis atau tidak sah, menyuarakan perlawanan, dan berupaya menghentikan praktik tersebut tetapi tidak berhasil dan mungkin dihukum akibat perbuatannya, tetapi terus menyuarakan perlawanan.

Pengurungan (Bracketing)

Suatu strategi untuk mengidentifikasi asumsi kancah sosial yang “diterima apa adanya” dan kemudian mengesampingkan atau menahan asumsi tersebut seentara. Mengakui dan memisahkan makna-makna yang biasa dan “terlihat jelas” yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Penipuan Penelitian (Research Fraud)

Jenis perilaku tidak etis dimana peneliti memalsukan atau menciptakan data palsu, atau memalsukan laporan mengenai prosedur penelitian.

Persetujuan Termaklum (Informed Consent)

Pernyataan biasanya tertulis, yang menjelaskan berbagai aspek penelitian untuk para peserta dan meminta persetujuan sukarela untuk berpartisipasi sebelum dimulainya penelitian.

Perspektif Teknokratis

Orientasi terapan yang penelitinya menerima masalah penelitian apa adanya dan membatasi lingkup penelitian sesuai dengan permintaan pemerintah, korporasi, atau pejabat birokrasi, dan dengan patuh memberikan informasi yang diberikan.

Perspektif Transeden

Peneliti mengembangkan penelitian bersama dengan orang yang diamati, menelaah kehidupan batin mereka, bekerja sama untuk menciptakan pemahaman bersama.

Perspektif Transformatif

Pandangan bahwa peneliti menyelidiki realits di luar aras permukaan dalam cara-cara mengubah pemahaman subjektif dan memberikan wawasan.

Principal Investigator (PI)

Seseorang yang terutama bertanggung jawab dalam meneliti suatu proyek yang disponsori atau didanai oleh suatu organisasi.

Proyek Camelot

Proyek penelitian sosial yang kontroversial di Chilli yang didanai oleh tentara AS pada tahun 1960-an yang melanggar prinsip-prinsip etika dan menimbulkan kekhawatiran politik.

Plagiarisme

Pencurian gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata orang tersebut secara persis sama dan gagasan tersebut tidak mendokumentasikan dengan tepat.

Populasi Khusus

Peserta penelitian yang, karena usia, masa tahanan, pemaksaan potensial, atau kurang memiliki kemampuan fisik, jiwa, emosional, atau kurang juga dalam kebebasan finansial, mungkin kurang memiliki kebebasan atau kesadaran penuh untuk memberikan persetujuan secara sukarela untuk berpartisipasi dalam penelitian.

Posisi Relasional

Gagasan Karl Manheim bahwa peneliti akademis profesional dan kaum intelektual memiliki posisi sosial yang unik dan terlepas dari kelompok-kelompok utama dalam masyarakat, yang menempatkan mereka dalam posisi terbaik untuk mengembangkan pengetahuan yang tidak bias.

Positivisme (Ilmu Sosial Positivis)

Salah satu dari ketiga pendekatan utama terhadap penelitian sosial yang menekankan penemuan pada hukum sebab-akibat, observasi empiris yang cermat, dan penelitian yang bebas nilai.

Postulat Kecukupan

Prinsip dalam interpretif-konstruktivisme bahwa penjelasan harus bisa dipahami berdasarkan akal sehat orang-orang yang sedang dipelajari.

Prapenulisan (Prewritting)

Tahap awal dalam proses penulisan saat penulis menyusun catatan, membuat daftar gagasan, menguraikan pemikiran, dan memastikan bahwa kutipan bibliografi telah lengkap.

Praksis

Cara untuk mengevaluasi penjelasan pada pendekatan kritis dengan cara menempatkan penjelasan teoretis ke dalam praktik kehidupan nyata dan hasil berikutnya digunakan untuk menyempurnakan penjelasan.

Prinsip Persetujuan Sukarela

Prinsip etis bahwa orang jangan pernah berpartisipasi dalam penelitian kecuali mereka secara eksplisit dan sukarela setuju untuk berpartisipasi.

Reifikasi

Ide dalam pendekatan kritis yang mengacu pada saat orang menjadi terlepas dan kehilangan pandangan diri hubungan mereka dengan ciptaan mereka sendiri dan menganggap ciptaan tersebut sebagai kekuatan eksternal dan asing.

Relativism

Prinsip pada interpretif-konstruktivisme bahwa tidak ada satu pandangan atau posisi nilai yang lebih baik dari pada yang lainnya, dan semuanya sama-sama berlaku bagi mereka yang mempercayainya.

 

Request for Proposals (RFP)

Pengumuman oleh organisasi pembiayaan bahwa organisasi tersebut meminta rencana tertulis dari proyek penelitian yang akan didanai.

 

Revising

Memperbaiki-penulisan ulang penelitian dengan menambahkan, menghapus, mengatur ulang, atau mengubah ide-memperbaiki.

Rujukan (Citation)

Perincian lokasi publikasi ilmiah yang membantu mempercepat pencariannya.

Sains Bebas Nilai

Prinsip pada positivisme bahwa penelitian sosial harus dilakukan dalam cara yang objektif berdasarkan bukti empiris belaka dan tanpa kesimpulan nilai-nilai moral politik.

Sikap Alamiah (Natural Attitude)

Suatu gagasan yang digunakan dalam pendekatan intrpretif bahwa kita mengasumsikan bahwa pemahaman terhadap dunia akal sehat bersifat stabil dan nyata serta berkesinambungan.

Think Thank (Wadah Pemikir)

Organisasi (biasanya nir-laba, non pemerintah) yang satu atau lebih peneliti, penulis, wartawan, dan pihak-pihak lainnya mengembangkan, menyempurnakan, menguraikan, dan mempublikasikan gagasan mengenai berbagai persoalan kebijakan.

Tipifikasi

Suatu model atau skema informal yang digunakan manusia sehari-hari untuk mengkategorikan dan mengorganisasi aliran peristiwa dan situasi yang mereka alami; sering menjadi bagian dari pengetahuan umum atau akal sehat.

Verstehen

Pandangan yang dianut Weber, kata yang berasal dari Bahasa Jerman yang berarti pemahaman yang berempati (yakni, pemahaman mendalam dengan makna bersama).

 

Voluntarism

Suatu pendekatan terhadap kausalitas yang mengasumsikan, bahwa tindakan manusia didasarkan pada pilihan dan alasan subjektif individual.

Referensi :

Neuman, W. Lawrence. Metodologi Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif dan Pendekatan Kuantitatif. Edisi ke-7. Jakarta : Indeks, 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s