“Stranger Things” Hal-Hal Aneh yang Sebenarnya Supernatural?

“IF ANYONE ASKS WHERE I AM, I’VE LEFT THE COUNTRY.” -Mike- 

Stranger Things (2016) merupakan hype dan ungulan Netflix pada 2016 kemarin. Serial yang hanya meiliki 8 episode ini, bergenre horror mempunyai banyak penggemar dan akan berlanjut season 2 pada 2017 ini dengan 9 episode. Bersetting tahun 1980-an di kota kecil di Amerika Serikat bercerita tentang seorang anak kecil yang hilang dan adanya kejadian horor disekitarnya. denga Pertama kali saya mendengar mengenai Stranger Things dari media-media online mengenai film dan tv series. Saya tidak ada bayangan mengenai serial ini hingga seorang teman menyarankan dan ternyata…”ini film horror ternyata’ ” (pikiran saya dalam hati).

Stranger Things sangat unik dan inilah yang menjadi daya tarik dari serial ini hingga menjadi hype di US. Mengambil setting tahun 1980an dengan nuansa retro dan juga misteri yang menjadi tema sentral, membuat penonton bernostalgia dengan film-film horor pada tahun 1980an seperti E.T., Alien, Poltergeist, dan Carrie. Dan ternyata, serial yang dibuat oleh kakak beradik The Duffer Brothers ini merupakan apresiasi mereka terhadap film-film horror pada tahun 1980an. Matt dan Ross Duffer nge-fans berat dengan film-film sejenis di era dulu. Memang Stranger Things banyak mengandung referensi dari film-film horror pada masa dulu, seperti sebuah “homage 80’s Pop Culture” (Wikipedia).

Saya melihatnya memiliki nilai-nilai tersendiri, yaitu keluarga, persahabatan, dan masyarakat. Hal yang paling menarik adalah bagaimana karakter-karaternya menghadapi masalah yang terjadi. Diawali dengan misteri hilangnya seorang anak yang juga sahabat yang ternyata…(spoiler) menjadi suatu pintu masuk dari banyak pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa tiba-tiba seperti ini? Apa mahluk ini benar adanya? Pertanyaan-pertanyaan atau misteri inilah yang menjadi dasar dari horror yang ada dan menyelimuti karakter-karakternya. Hingga kita sendiri bila mengalami hal seperti itu akan memiliki pikiran bahwa mengapa ada “hal-hal aneh” yang terjadi? Tampaknya inilah yang mendasari The Duffer Brothers dalam menciptakan Stranger Things. Suatu apresiasi terhadap pop culture di era 80an yang membuat kita bertanya-tanya akan ‘keanehan’ yang terjadi dan takjub jika ini terjadi di dunia nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s