“Supergirl”, Superhero yang Menyemangati Kaum Perempuan

Kara Danvers : “If we call her “Supergirl”, something less than what she is, doesn’t that make us guilty of, of being anti-feminist? Didn’t you say she’s the hero?”

Cat Grant :  “I’m the hero. I stuck a label on the side of the girl. ….. And what do you think is so bad about “Girl?” Huh? I’m a girl. And your boss, and powerful, and rich, and hot and smart. So if you perceive “Supergirl” as anything less than excellent, isn’t the real problem you?”

Supergirl_Intertitle.png

Menginspirasi dan menyemangati. Itulah yang saya rasakan saat menonton Supergirl (2015). Sebelumnya, saya mengikuti serial televisi Arrow dan The Flash yang satu universe (DC Comics)-brother-nya pada dunia televisi, dengan creator Greg Berlanti yang tampaknya terpisah dengan movie dari DC Comics di bioskop. Saya sangat bersemangat untuk mengikutinya karena belum ada di zaman sekarang ini pahlawan super yang seorang wanita. Ternyata setelah mengikuti beberapa berita dari luar di web dan googling, Supergirl dinantikan untuk menjadi suatu feminisme dalam pop culture media mengenai pahlawan super. Pada zaman-zaman dimana musimnya film dan televisi series bertema superhero, belum ada pahlawan super yang seorang perempuan atau karakter utamanya seorang perempuan.

Kara Danvers adalah sepupu dari Clark Kent (Superman) yang juga terdampar di bumi saat kecil. Bedanya, Kara belum menjadi seorang pahlawan super atau menggunakan kekuatannya untuk menolong orang-orang. seperti sepupunya. Kara justru menyembunyikan kekuatan supernya selama ini hingga dia berusia 24 tahun dan bekerja sebagai asisten seorang pengusaha media wanita, Cat Grant, Kara pun terpanggil. Alex, kakak angkat Kara menaiki pesawat yang akan tiba-tiba akan jatuh, dari sinilah Kara berusaha untuk menolongnya hingga Kara berpikir bahwa dia memiliki suatu potensi yang lebih, dari menjadi seorang asisten direktur. Akhirnya, Kara pun memutuskan untuk menjadi seorang pahlawan super seperti sepupunya, dengan dibantu teman prianya, Winn dan James. Kara pun mengenakan kostum biru dengan jubah merah dan simbol S di dada yang berarti “harapan” di planetnya dulu, Krypton.

Membahas dari sisi feminis, tentu akan sangat dalam dan banyak sekali. Supergirl terlihat dibuat dengan hati-hati dan seksama untuk kaum wanita atau membawa pesan-pesan feminisme. Salah satunya yang menarik mengenai interaksi antara karakter-karakter perempuannya. Saya menjadi mengetahui mengenai Bechdel Test , yaitu tes yang digunakan untuk menentukan suatu film, novel, atau cerita yang feminis. Cirinya adalah adanya percakapan antara kedua orang karakter perempuan yang keduanya sama-sama memiliki nama pada cerita tersebut dan membicarakan hal yang bukan mengenai pria atau laki-laki. Jika kita menyadarinya, stereotip karakter perempuan pada media-cerita seperti film, serial televisi, dan novel selalu menjadi kararkter yang “digerakkan” oleh karakter pria. Contoh sederhananya seperti, kedua orang perempuan yang membicarakan mengenai pacar atau gebetannya atau kedua tokoh perempuan yang sedang bertengkar-adu mulut mengenai perebutan pria. Media baisanya menggambarkan perempuan adalah sosok yang mendambakan kaum pria, ditolong atau diselamatkan oleh pria, dan berfokus pada pria pujaannya pada suatu cerita.

Supergirl tanpa perlu dilihat dan dianalisis lebih dalam, sudah menjadi suatu cerita superhero yang menggerakan dan meninspirasi kaum perempuan. Karakter Kara digambarkan ceria, baik hati, ramah, dan seorang girl next-to-door. Kara digambarkan sebagai sosok gadis muda yang sedang menjalankan karir, mendambakan cinta, dan memiliki keinginan untuk bisa menggunakan potensinya lebih baik, yaitu menggunakan kekuatan supernya. Dalam perjalanannya menjadi superhero, Kara masih perlu banyak berlatih dan berjuang. Disinilah yang menjadi poin yang menginspirasi karena bagaimanapun kita perlu berlatih untuk mendapatkan sesuatu meskipun kita memiliki suatu potensi atau kekuatan dalam diri. Selain itu, karakter-karakter perempuan di sekitar Kara selalu menginspirasi Kara. Cat Grant, bos Kara yang agak bicthy digambarkan seperti sosok surrogate mother atau teacher yang selalu mengingatkan Kara untuk berani dan tegas dengan diri sendiri. Meskipun galak dan menyebalkan, Cat Grant selalu memiliki quote-quote yang menginspirasi dan mengingatkan akan girl power. Kara adalah sosok yang baik hati dan selalu berusaha mengerti dengan orang-orang disekitarnya, seperti kakak perempuan angkatnya, Alex dengan rivalities tapi juga menyayangi Kara. Kemudian, ada Winn yang menjadi teman baik dengan celotehan-celotehannya dan James yang menjadi love interest yang menyemangati Kara. Selalu bersemangat dan giat, berempati, peduli dengan teman-teman orang terdekatnya, serta berbuat baik menolong sesama, membuat kita mengidolakan Supergirl.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s