“Better Call Saul”, Mempelajari Cara-Cara Marketing dari Jimmy McGill si Pengacara yang Baru Merintis

NEED A WILL, CALL MCGILL!

JImmy McGill

Better Call Saul (2015) merupakan sebuah prequel spin-off serial televisi US Breaking Bad (2008-2013). Kisah buatan Vince Gilligan ini menceritakan kisah Jimmy McGill sebelum ia menjadi Saul Goodman. Dalam Breaking Bad, Saul Goodman adalah karakter pendukung yang menjadi pengacara ahli orang-orang kriminal dan pengacara dari Walter White, karakter utama dalam Breaking Bad yang adalah seorang guru kimia yang menjadi peracik sabu-sabu. Saul Goodman merupakan pengacara yang licin dan cerdik serta sangat ahli dalam mengamankan dan membantu klien-kliennya. Selain itu, Saul sangat mahir dalam berbicara dan meyakinkan orang lain serta tidak malu-malu dalam mempromosikan jasa advokatnya. Saya menonton serial ini pada akhir tahun lalu dan baru menonton satu season saja, di US sekarang ini sudah mencapai 3 season dan sekarang sudah memasuki episode 2. Seperti halnya Breaking Bad, Better Call Saul bertema black comedy dan crime drama, tetapi terasa lebih ringan dan fun sesuai dengan  karakter Saul atau Jimmy yang kocak dan jenaka. Hal yang paling menarik adalah, Jimmy menurut saya lebih pantas menjadi seorang pedagang atau marketer daripada seorang pengacara.

Better Call Saul mengenai perjalanan Saul 6 tahun sebelum ia bertemu dengan Walter White. Saul Goodman memiliki nama asli Jimmy McGill, ia sebelumnya adalah mantan narapidana yang akhirnya bebas dengan bantuan kakaknya, Chuck McGill seorang pengacara ternama dan bekerja sebagai seorang kurir di perusahaan partnership advokat milik kakaknya tersebut yang bernama HHM (Hamlin, Hamlin, and McGill). Hingga Jimmy memutuskan untuk menempuh kuliah hukum karena bercita-cita dan mengidolakan sosok kakaknya sebagai seorang pengacara andal dan juga ingin memperbaiki dirinya. Singkat cerita Jimmy menjadi pengacara amatir yang berjuang seorang diri tanpa perusahaan dan partnership serta tidak dapat bekerja di HHM, perusahaan partnership kakaknya tersebut. Oleh karena itu, Jimmy sangat gigih dalam perjuangannya menjadi pengacara pemula dalam mencari kasus-kasus dan klien-klien.

Karakter Jimmy sangat gigih dan oportunis, dapat melihat kesempatan dimana saja dan kapan saja. Sebenarnya, Jimmy ini lebih cocok bekerja pada bagian sales atau marketing atau advertising dan juga sangat ahli dalam mempromosikan dan mempublikasikan suatu usaha. Jimmy mati-matian berusaha bekerja mengumpulkan uang, dengan menempuh cara-cara yang tidak terduga-duga dan kreatif, karakter Jimmy yang lucu inilah yang membuat saya tergugah. Dan juga, menonton aksi-aksi Jimmy dalam mencari klien, kasus, dan mengalahkan saingannya mengingatkan saya akan strategi-strategi marketing. Secara umumnya, dalam marketing perlu dilakukan strategi dengan melihat celah-celah yang ada dan juga kondisi pasar serta persaingan atau saingan yang ada. Strategi marketing yang saya pelajari dengan mengambil referensi dari Hermawan Kartajaya (2000), terdiri dari 3 poin pokok yaitu, S (Strategy),V (Value), dan T (Tactic) dengan poin-poin turunannya. Pada tabel berikut, saya merinci poin-poin strategi marketing Kartajaya yang sesuai dengan yang dijalankan oleh Jimmy McGill dalam ‘menjalankan usaha’ jasa pengcaranya.

Elemen Pemasaran
Strategi : Segmentasi, Targeting, Positioning
Taktik : Selling, Promotion, Differentiation
Value : Service, Brand

Strategi

Jimmy melakukan segmentasi dan targeting serta positioning pada pasar kaum manula. Oleh karena sulitnya mencari klien yang kaya untuk menggunakan jasanya, Jimmy teringat perkataan temannya yang mengatakan bahwa ia terlihat baik dan disukai oleh para older people. Jimmy pun bersemangat mengunjungi panti-panti jompo dan mendekati para nenek-nenek dan juga kakek-kakek, mengingatkan mengenai hukum hak waris bagi cucu atau anak-anak mereka. Hal yang menarik, Jimmy benar-benar alias sungguh-sungguh sebagai pengacara yang mewakilkan para manula, Jimmy mengubah dandanannya dengan kemeja putih agar mengesankan hangat dan ramah bagi orang-orang tua.

Jimmy McGill Jello.jpg

Taktik

Hal yang paling lucu, adalah taktik-taktik yang digunakan Jimmy untuk mempromosikan jasa pengacaranya dan membentuk pencitraannya. Jimmy sering mengunjungi panti jompo saat orang-orang tua sedang berkumpul dan mempromosikan usahanya. Dengan menggunakan puding yang dibagikan untuk pencuci mulut bagi nenek-nenek dan kakek-kakek dengan iklan mengenai jasa pengacaranya pada kemasan puding tersebut. Yaaa…Jimmy orang yang kreatif. Dia dapat melihat celah-celah dan hal-hal kecil untuk mempromosikan jasanya. Saya salut denganmu Jimmy!!

Jimmy Jello

Value

Kemudian, poin terakhir mengenai value atau nilai yang terkandung. Jimmy ternyata tidak mementingkan dirinya atau usahanya, Jimmy sebenarnya sangat melayani para lansia. Secara sukarela, Jimmy, mengadakan acara bingo di panti jompo dan memberikan hadiah-hadiah untuk para lansia. Jimmy sangat bersemangat dalam acara bingo ini dan juga berperan sebagai mc atau pemandu bingo.

 Jimmy and Elders.jpg

Mengenai Komunikasi Pemasaran, hal yang menarik pada scene Jimmy yang berusaha mengalahkan dan membalas dendam kepada HHM (Hamlin, Hamlin, dan McGill). Jimmy pergi ke salon, mengecat pirang rambutnya, dan meminta untuk menata ramburnya agar mirip dengan Howard Hamlin, co-founder HHM. Selain itu, membeli kemeja mahal berwarna biru yang secara detail biru yang agak sedikit berbeda dengan yang dipakai oleh Hamlin saingannya.  Kemudian, Jimmy pun membuat billboard mengenai jasa pengacaranya “James M.McGill” yang dipasang dekat dekat dengan perusahaan HHM. Tentu saja Howard marah dan menuntut Jimmy untuk pelepasan billboard ini. Tapi, aksi gila’ untuk memanas-manasi Howard ini pun ditambah lagi dengan skenario Jimmy dengan membayar teknisi atau tukang pelepas billboard agar berpura-pura jatuh hingga membayar sutradara dan broadcaster amatir untuk merekam aksi heroiknya yang menaiki tangga billboard untuk menolong sang teknisi. Aksi nekat ini membuahkan hasil hingga menjadi berita lokal di koran-koran dan televisi karena aksi heroik palsunya tersebut dan berbicara pada kamera dengan speech-nya sebagai sosok pengusaha kecil yang sedang mempromosikan usahanya, tapi ditindas oleh pengusaha besar (Hamlin-HHM).  Kreatif dan nekat serta gigih, itulah karakter Jimmy yang lebih cocok menjadi marketer atau pedagang. Meskipun cara-cara yang digunakan salah, tapi Jimmy adalah seorang marketer yang sangat gigih hingga rela menaiki tangga billboard yang sangat tinggi hanya untuk sekedar pubicity stunt.

Jimmy McGill Bilboard.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s