“One-Punch Man”, Saitama yang Bercita-cita Menjadi Superhero

“I’m not a hero because I want your approval. I do it because I want to!” Absurd. Itu kata pertama yang terlintas saat menonton anime One-Punch Man. Awalnya, saya menonton anime ini karena ingin kembali mengikuti hype pada anime yang ber-genre action dan juga kebetulan ditayangkan pada Animax. Dan ternyata, sangat menginspirasi dan menghibur karena ceritanya

“Supergirl”, Superhero yang Menyemangati Kaum Perempuan

Kara Danvers : “If we call her “Supergirl”, something less than what she is, doesn’t that make us guilty of, of being anti-feminist? Didn’t you say she’s the hero?” Cat Grant :  “I’m the hero. I stuck a label on the side of the girl. ….. And what do you think is so bad about “Girl?”

Mengulas “Legion” Lagi, Sebuah ‘Love Story’ pada Kisah Manusia Berkekuatan Super

“..But then all this love bullshit.” -Lenny Busker, Chapter 6-   Apa cinta itu? Apakah cinta sebenarnya adalah suatu ilusi? Perasaan cinta sebenarnya adalah suatu emosi yang timbul dalam diri seseorang yang pada akhirnya akan menimbulkan ilusi-ilusi tertentu. Yaaa jika sedang jatuh cinta, kita akan memikirkan hal-hal baiknya saja tentang seseorang. Biasanya apa yang kita pikirkan

“Legion” Menjelajahi Pemikiran Seorang Super yang Mempunyai Kelainan Jiwa

Pusing. Hal pertama yang terlintas dikepala saat menonton episode pertama Legion. TV series ini bercerita tentang David Haller yang didiagnosis kelainan mental dan berada di psikiatris dalam waktu lama hingga muncul seorang wanita bernama Syd Barret yang akan mengubah pandangan (pemikirannya) dan juga nasibnya. Mengikuti serial yang hanya 8 episode ini seperti mengikuti perjalanan abstrak